5 Fakta Menyedihkan Tentang Hutan Tropis di Indonesia

Artikel tentang lingkungan hidup dan hutan di Indonesia ini dipersembahkan atas kerjasama jaguarblog.net dengan www.mahabet.org (https://www.mahabet.org) situs judi bola terpercaya.

Hutan tropis di Indonesia memiliki peranan yang penting tidak hanya untuk indonesia saja, melainkan juga dunia. Hutan Indonesia berperan dalam menyediakan oksigen untuk dunia yang sedang dalam masa deforestasi. Tak hanya itu, tahukah kamu kalau hutan tropis di Indonesia menjadi rumah bagi banyak kehidupan.

Hutan Indonesia menjadi rumah dan perlindungan untuk 12 persen spesies mamalia di dunia, ini adalah jumlah terbesar dibanding dengan hutan lainya. lalu juga menjadi rumah bagi 7,3 persen spesies reptil dan ampibi serta 17 persen spesies burung dunia tinggal di hutan kita ini. Belum lagi fakta bahwa hutan tropis kita ini memegang peranan penting dalam menjaga iklim dunia.

Namun dengan peranan dan fungsi yang begitu vital untuk dunia, sudahkah kita melestarikan hutan kita ini? faktanya sungguh menyedikan, dari tahun ke tahun jumlah hutan tropis kita semakin menyempit. Itu artinya bukan hanya alam yang rugi, tetapi juga kita dan jutaan makhluk hidup lainya yang kehilangan tempat tinggal.

Fakta Tentang Hutan di Indonesia

Selain itu, masih ada banyak fakta lainya yang membuat kita semakin sedih dengan keberadaan hutan tropis Indonesia sekarang ini.

Dua persen Hutan Menghilang Tiap Tahun

Fakta yang tak bisa kita pungkiri lagi, hutan yang punya posisi begitu strategis untuk keberlangsungan makhluk hidup dunia ternyata mengalami penurunan tiap tahunya. data dari kementrian kahutanan menyatakan bahwa hutan di Indonesia menghilang 1,1 juta hektar atau sekitar 2 persen tiap tahunya.

Sisa hutan kita ampai sekarang hanya mencapai 130 juta hektar hutan sementara yang menghilang telah mencapai 42 juta. itu artinya jika kondisi ini terus berlanjut, tak sampai 100 tahun lagi, seluruh hutan di Indonesia akan habis. Penyebabnya tak lain adalah penebangan liar, kebakaran, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, dan eksploitasi hutan.

Tingkat Kerusakan Hutan Tertinggi Kedua Di Dunia

Ya, mau diakui atau tidak kerusakan hutan di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia. Guinness Books of Record di tahun 2008 pernah mencatat 44 negara yang masih memiliki hutan, faktanya negara tercinta kita ini menjadi negara dengan jumlah kerusakan hutan paling cepat. Jumlah kerusakanya juga tak main-main, 1,1 juta hektar tiap tahun.

Terjadi Konflik Ruang Yang Semakin Meningkat

Konflik ruang atau konflik yang terjadi karena memperebutkan tempat juga semakin meningkat akibat kerusakan hutan tropis kita ini. konflik itu terjadi antara satwa liar dan manusia. Satwa liar yang hidup bebas di hutan terus menerus kehilangan rumah tinggalnya. Tercatat ada 23 kantong populasi gajah di Lampung dan Riau punah hanya dalam 25 tahun sejak tahun 1985. Ditambah lagi hewan lain juga kehilangan tempatnya, akibatnya banyak konflik ruang terjadi antara manusia dan hewan liar.

Banyak Terjadi Kebakaran hutan

Hampir setiap tahun hutan tropis di Indonesia mengalami kebakaran. Penyebabnya ada yang faktor alam, tetapi lebih banyak yang disebabkan oleh manusia. Manusia sengaja membuka lahan dengan cara membakar hutan. Akibatnya banyak masyarakat kita bahkan dunia yang terkena dampak buruk kebakaran hutan. Tahun 2015 tercatat sekitar 90 ribu warga terkena ISPA ditambah 2.200 jiwa dari malaysia dan Singapura 6500 jiwa.

Ragam Tumbuhan Asli Indonesia Terancam Punah

Tak hanya hewan liar yang terancam kehilangan tempat tinggalnya akibat kerusakan hutan. Ragam tumbuhan asli Indonesia juga teramcam menghilang akibat banyaknya hutan tropis yang menghilang. Indonesia sejatinya memiliki hutan tropis yang kaya dengan bahan baku tanaman obat.

Dengan demikian, apakh kita akan biarkan hutan tropis kita menghilang tiap tahunya? Mari selamatkan hutan untuk kehidupan dunia.

Mengerikan! Inilah 7 Peselancar yang Menjadi Korban Gigitan Hiu

Kalian sudah tahu bagaimana keganasan hiu bukan? Ya, predator satu ini sudah banyak memakan korban. Beberapa korban langsung meninggal dan beberapa bisa diselamatkan tapi kehilangan bagian tubuhnya.

Orang yang sering menjadi korban gigitan hiu ialah para peselancar dan mereka yang sering berada di laut. Nah berikut ini akan disajikan daftar peselancar yang menjadi korban gigitan hiu.

Peselancar yang Menjadi Korban Gigitan Hiu

Bethany Hamilton

Atlet peselancar satu ini merupakan salah satu atlet peselancar yang menginspirasi. Hal tersebut dikarenakan kegigihan dia yang berusaha bangkit dari kejadian mengerikan yaitu digigit hiu. Dia tetap mengikuti pertandingan berselancar walaupun hanya dengan satu tangan.

Ceritanya bermula pada tahun 2003. Waktu itu Bethany Hamilton yang baru berumur 13 tahun berselancar di Tunnels Beach bersama ayah dan teman-temannya. Ia berbaring di atas papan selancar dengan tangan kiri yang menggantung dan tangan kiri tersebut yang digigit hiu.

Gigitan hiu membuat lengan kiri Bethany Hamilthon putus. Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan untung dia masih bisa diselamatkan.

Todd Endris

Peselancar asal Kalifornia ini pernah diserang hiu pada tahun 2007. Dia mengalami luka robek di punggungnya. Menurut beberapa sumber, dia masih bisa diselamatkan karena pertolongan beberapa lumba-lumba yang mengelilinginya.

Lisa Mondy

Peselancar satu ini menjadi korban gigitan hiu pada tahun 2011. Dia diserang hiu putih saat berselancar di kepulauan New South Wales, Australia. Namun untungnya hiu yang menyerangnya tidak melanjutkan aksi dan meninggalkan Lisa yang sudah terluka di bagian wajah dan tangannya.

David Liliendfield

David Lilienfield digigit hiu pada tahun 2012. Waktu itu salah satu program televisi di Afrika Selatan membuat acara mereka menarik dengan mencari perhatian hiu. Mereka melemparkan daging segar ke laut tersebut. Namun naas, beberapa hari kemudian David yang tidak tahu hal tersebut berselancar di pantai yang sama.

Dia akhirnya diserang hiu putih dan diseret ke dalam laut. David pun tak bisa diselamatkan. Tubuhnya muncul beberapa menit kemudian dengan keadaan yang mengenaskan.

Elio Canestri

Peselancar ini diserang hiu tahun 2015 silam saat usinya masih 13 tahun. Waktu itu dia berselancar di pulau Reunion, Perancis dan diserang Bull Shark yang berukuran 2 meter lebih. Dia masih bisa ditolong dan dibawa ke pantai. Namun dia kehabisan darah sehingga dia meninggal saat itu juga.

Ben Gerring

Ben Gerring diserang hiu pada tahun 2016 saat sedang berselancar di pantai Mandurah, selatan Perth. Dia kehilangan kakinya sehingga tidak bisa diselamatkan. Bahkan papan seluncur yang dia gunakan terbelah menjadi dua bagian.

Ryan Boarman

Warga asal Amerika Serikat ini juga mengalami kejadian yang membuat trauma saat berselancar di perairan Tabanan, Bali. Dia mengalami luka serius di tangan dan kaki. Syukurnya dia masih bisa diselamatkan oleh warga sekitar. Dia akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat dan dirujuk ke rumah sakit Singapura.

Berhati-hatilah Saat Sedang Berselancar!

Ada juga seorang peselancar berusia 17 tahun yang digigit hiu saat berselancar di pantai Ballina, Lighthouse Beach, Australia pada tahun 2016. Pemuda yang tidak disebutkan namanya ini mendapatkan luka di bagian pinggangnya.

Sebenarnya masih banyak peselancar yang menjadi korban gigitan hiu jadi sebaiknya kita berhati-hati saat sedang berselancar. Menurut beberapa sumber, hiu akan muncul jika perairan di laut keruh. Jadi berhati-hatilah.